SpaceX IPO Cetak Sejarah: IPO Terbesar, Elon Musk Triliuner Pertama Dunia | Langit Eastern
SpaceX resmi mencatatkan sejarah di pasar saham pada 12 Juni 2026. Perusahaan roket, internet satelit, AI, dan media sosial milik Elon Musk ini melakukan Initial Public Offering (IPO) terbesar sepanjang sejarah dengan mengumpulkan $75 miliar dari penjualan 555,6 juta lembar saham Class A pada harga tetap $135 per lembar. Valuasi awal perusahaan mencapai sekitar $1,77 triliun, menjadikannya perusahaan paling bernilai ketujuh di Amerika Serikat, melampaui Tesla.

Saham SpaceX yang diperdagangkan dengan ticker SPCX di Nasdaq Global Select Market dan Nasdaq Texas langsung melonjak 11% saat pembukaan dan ditutup naik 19,2% pada harga $160,95 per lembar. Kapitalisasi pasar SpaceX setelah penutupan hari pertama mencapai $2,11 triliun. Permintaan investor sangat luar biasa: total pesanan dilaporkan melebihi $250 miliar, sekitar 3,3 kali lipat dari jumlah saham yang ditawarkan. Permintaan ritel sendiri mencapai lebih dari $100 miliar, termasuk satu pesanan senilai lebih dari $5 miliar dari BlackRock.
Dengan lonjakan harga saham ini, Elon Musk resmi menjadi triliuner pertama di dunia. Sebelum IPO, kekayaan bersih Musk diperkirakan sekitar $795 miliar menurut Forbes, mencakup kepemilikannya di Tesla, SpaceX, dan perusahaan lainnya. Setelah penutupan perdagangan hari pertama, kekayaan bersih Musk melonjak ke estimasi $1,1 triliun menurut New York Times. Musk memiliki sekitar 40% ekuitas SpaceX namun menguasai 84-85% hak suara, memberikan kendali hampir mutlak atas perusahaan meskipun kini sudah menjadi perusahaan publik.
Yang menarik dari listing ini adalah kompleksitas entitas yang diperdagangkan. SPCX bukan sekadar perusahaan roket. Di dalamnya tergabung bisnis peluncuran luar angkasa (Falcon 9 dan Starship dengan lebih dari 650 peluncuran), Starlink sebagai mesin pendapatan utama dari internet satelit, xAI sebagai laboratorium kecerdasan buatan, dan melalui xAI, platform X (sebelumnya Twitter) yang diakuisisi pada 2025. Investor ritel yang membeli satu lembar SPCX secara teknis menjadi pemegang saham di perusahaan roket, penyedia internet, lab AI, dan jaringan sosial sekaligus.
Namun, valuasi ini menuai skeptisisme dari analis. Morningstar dalam laporan 8 Juni memberikan estimasi nilai wajar hanya $63 per lembar, dengan valuasi sekitar $830 miliar. Itu pun dengan asumsi dua teknologi yang belum terbukti berhasil: Starship upper stage yang dapat digunakan kembali secara cepat, dan pusat data AI orbital yang skalabel secara komersial. Analis Morningstar memperkirakan kedua pertanyaan teknologi ini tidak akan terjawab sebelum 2028 bahkan dalam skenario paling optimis. Valuasi IPO SpaceX sekitar 94 kali pendapatan, jauh di atas Meta (22x) dan Amazon (18x) saat IPO mereka.
Dari sisi finansial, segmen xAI yang mencakup X mencatat kerugian operasional $6,36 miliar pada 2025 dengan pendapatan $3,2 miliar. Belanja modal untuk bisnis AI mencapai $7,7 miliar hanya dalam tiga bulan pertama 2026, akselerasi signifikan dari $12,7 miliar sepanjang 2025. Sementara itu, X hanya menghasilkan sekitar $1,8 miliar pendapatan iklan pada 2025, kurang dari setengah pendapatan iklan Twitter sebesar $4,5 miliar pada 2021. Dari 550 juta pengguna aktif bulanan X per Maret 2026, hanya 4,4 juta yang merupakan pelanggan berbayar.
IPO SpaceX membuka jalan bagi gelombang IPO teknologi berikutnya. Anthropic telah mengajukan dokumen secara rahasia pada 1 Juni dengan valuasi dilaporkan sekitar $965 miliar, dan OpenAI menyusul pada 8 Juni. Keduanya mengamati penerimaan pasar terhadap SPCX dengan cermat. Debut yang kuat mempercepat timeline mereka; debut yang lemah akan mendinginkan minat pasar. Aturan fast entry baru Nasdaq juga berarti SPCX bisa masuk indeks Nasdaq-100 hanya dalam 15 hari, memicu pembelian otomatis dari dana indeks.
Platform trading Robinhood melaporkan traffic memecahkan rekor setelah debut SpaceX, dengan beberapa pengguna mengalami latensi dan masalah intermiten yang cepat pulih. Dalam satu jam pertama perdagangan, sekitar 263 juta lembar saham berpindah tangan, mewakili sekitar $42 miliar nilai saham SpaceX yang diperdagangkan. Hanya sekitar 4% saham perusahaan yang dijual dalam IPO, menciptakan ketidakseimbangan supply-demand yang secara historis menghasilkan lonjakan harga hari pertama yang besar.
IPO ini juga terjadi di tengah gejolak pasar yang signifikan. Dow Jones jatuh hampir 1.000 poin pada 11 Juni akibat konflik AS-Iran, namun SpaceX tetap melaju. SPCX kini menjadi pemecah es untuk pipeline IPO terbesar dalam sejarah pasar, menandai kedatangan formal era AI dan luar angkasa di Wall Street pada 12 Juni 2026.
Saran Link Internal: Dampak ekonomi industri luar angkasa komersial, Perbandingan valuasi IPO teknologi besar, Masa depan Starlink dan internet satelit global