Perundingan AS-Iran Ditunda, Israel Lancarkan Serangan Mematikan di Lebanon - Langit Eastern

Table of Contents
RINGKASAN: Putaran baru perundingan langsung antara AS dan Iran ditunda setelah Wakil Presiden JD Vance membatalkan perjalanannya ke Swiss. Penundaan ini terjadi sehari setelah AS mencabut blokade laut Iran dan kedua negara menandatangani kesepakatan 14 poin. Di saat yang sama, serangan Israel di Lebanon selatan menewaskan sedikitnya 18 orang, memicu ketegangan baru di kawasan.
Bendera Iran

Perundingan yang dijadwalkan berlangsung di resor mewah Burgenstock, Swiss, batal setelah Vance memutuskan tidak bepergian. Gedung Putih menyatakan logistik perjalanan "tidak sederhana atau dapat diprediksi". Swiss mengonfirmasi penundaan tetapi mengatakan persiapan masih berlangsung.

Kesepakatan yang baru ditandatangani antara AS dan Iran mencakup 14 poin penting: pembukaan kembali Selat Hormuz, jaminan Iran tidak akan memiliki senjata nuklir, paket rekonstruksi Iran senilai $300 miliar, dan penghentian semua sanksi AS terhadap Iran. Kedua pihak berkomitmen mencapai kesepakatan final dalam maksimal 60 hari.

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyetujui kesepakatan tersebut meskipun mengaku memiliki "pandangan berbeda". Ia menyebut Trump "dalam keadaan putus asa menggunakan segala cara" untuk mencapai kesepakatan ini. Khamenei menegaskan negosiasi tatap muka di masa depan "tidak berarti penerimaan terhadap posisi musuh".

Sementara itu, serangan Israel di Lebanon selatan digambarkan sebagai salah satu yang paling intens selama perang. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 18 tewas, 33 luka-luka, dan beberapa bangunan hancur. IDF mengatakan menargetkan infrastruktur dan individu terkait Hizbullah. Empat tentara Israel juga tewas dalam serangan balasan.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, merespons dengan pernyataan keras: "Semua Lebanon harus terbakar." Ia menegaskan darah putra-putra Israel dan keamanan warga tidak bisa ditawar. Vance sebelumnya mengkritik sikap beberapa anggota kabinet Netanyahu, termasuk Ben-Gvir, dengan mengatakan Israel harus "bangun dan mencium realitas".

Lebanon terseret ke dalam perang setelah Hizbullah meluncurkan roket ke Israel sebagai balasan atas serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Sejak itu, otoritas kesehatan Lebanon melaporkan lebih dari 3.900 orang tewas dalam serangan Israel, termasuk wanita dan anak-anak. Otoritas Israel melaporkan setidaknya 30 tentara dan 4 warga sipil tewas di kedua sisi perbatasan.

Presiden Trump menyatakan gencatan senjata diharapkan berlaku "di semua lini", termasuk antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Namun, kedua belah pihak terus melancarkan serangan sejak kesepakatan diumumkan, menunjukkan kerapuhan perjanjian yang baru ditandatangani.

Saran Link Internal: Kesepakatan 14 Poin AS-Iran: Analisis Dampak | Konflik Israel-Hizbullah: Kronologi Terbaru | Peran Swiss dalam Diplomasi Timur Tengah