Developer Game Berusia 31 Tahun Ditangkap Terkait Penembakan White House Correspondents' Dinner 2026 - Mantan Pelajar Caltech Diduga Pelaku Tunggal Tanpa Motif Jelas | Langit Eastern
- Seorang pengembang game indie berusia 31 tahun bernama Cole Tomas Allen ditangkap setelah diduga melepaskan tembakan di acara White House Correspondents' Dinner, Sabtu (25/4/2026) malam. Seorang agen Secret Service tertembak namun selamat berkat rompi antipeluru.
Insiden penembakan di White House Correspondents' Dinner 2026 menewaskan satu orang: metodologi keamanan acara kenegaraan yang perlu diperbaiki. Cole Tomas Allen, pengembang game berusia 31 tahun dari Torrance, California, menjadi sorotan global setelah diduga menjadi pelaku tunggal penembakan di Washington Hilton, Sabtu malam waktu setempat (25/4/2026). Ia diketahui membawa senapan gentel (shotgun), pistol, dan beberapa pisau saat menyerbu pos pemeriksaan Dinas Rahasia di luar hotel. Dalam waktu kurang dari dua menit, agen Secret Service melumpuhkan pelaku sebelum ia sempat masuk ke ballroom tempat 2.600 tamu termasuk Presiden Donald Trump sedang bersantap malam. Satu agen Secret Service tertembak namun selamat berkat rompi antipeluru yang ia kenakan.
Latar belakang pendidikan Allen cukup menarik perhatian. Lulusan California Institute of Technology (Caltech) tahun 2017 di bidang teknik mesin, ia kemudian meraih gelar master ilmu komputer dari California State University Dominguez Hills pada 2025. Sebagai pengembang game indie sejak 2018, ia diketahui pernah merilis game berjudul Bohrdom di platform Steam. Ironisnya, ia juga bekerja paruh waktu sebagai pengajar persiapan ujian di C2 Education dan bahkan meraih penghargaan "Teacher of the Month" pada Desember 2024. Kombinasi latar belakang teknologi tinggi dan pekerjaan di bidang pendidikan ini menjadikan kasus ini semakin misterius mengenai motivasinya.
Trump melalui akun Truth Socialnya mengunggah foto penangkapan Allen dan menyebutnya sebagai "lone wolf" (serigala soliter). Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menyatakan insiden ini sebagai serangan terhadap konstitusi Amerika Serikat. belum ada konfirmasi apakah target utama pelaku adalah Trump, para jurnalis yang hadir, atau keduanya. Hingga kini, motif di balik aksi penembakan masih belum diketahui secara pasti. Pelaku sedang menjalani evaluasi kesehatan mental di rumah sakit.