Rencana Merubah Stasiun Ichinomoto di Jepang Menjadi Hotel Mewah
Restorasi bangunan bersejarah sering kali terjebak antara pelestarian budaya agar tetap sama dengan aslinya atau pembongkaran seutuhnya lalu membangun ulang. Namun, di Prefektur Nara, Jepang, sebuah inovasi sedang berlangsung pada Stasiun Ichinomoto. Stasiun yang dibangun pada tahun 1898 era Meiji ini kini bersiap meninggalkan masa lalunya yang sunyi untuk menjadi destinasi hospitality eksklusif bagi para pencinta sejarah dan kereta api.
Setelah lebih dari 127 tahun berdiri sebagai saksi bisu modernisasi Jepang, bangunan kayu otentik ini sempat terbengkalai. Penurunan drastis jumlah penumpang hingga hanya tersisa ribuan orang per tahun membuat operasionalnya tidak lagi efisien bagi JR West. Langkah penyelamatan diambil melalui kolaborasi antara pemerintah Kota Tenri dan Risshisha Co., firma manajemen akomodasi asal Kyoto yang dikenal ahli dalam menghidupkan kembali struktur kuno.
Proyek renovasi ini tidak sekadar mempercantik tampilan, melainkan mengubah fungsi ruang secara seutuhnya tanpa menghilangkan jiwa arsitekturalnya. Ruang kantor dan area staf yang dahulu berdebu kini dirancang ulang menjadi struktur dua lantai yang fungsional. Lantai dasar akan difungsikan sebagai ruang komunal yang hangat, lengkap dengan tikar tatami, dapur kecil, dan fasilitas mandi modern yang tetap menjaga estetika tradisional Jepang.
Keunikan utama dari hotel ini adalah konsep "Satu Kamar Satu Stasiun". Pengelola sengaja membatasi kapasitas hanya untuk satu kelompok tamu (maksimal empat orang) guna memberikan pengalaman privasi. Di lantai dua, area tidur dirancang dengan jendela strategis yang menghadap langsung ke arah peron, memungkinkan tamu merasakan sensasi eksklusif melihat kereta yang melintas di Jalur JR Sakurai dari kenyamanan tempat tidur mereka.
Transformasi ini juga membawa dampak positif bagi ekonomi lokal di sekitar Tenri. Area tunggu stasiun yang telah diperbarui akan berfungsi ganda sebagai gerai produk pertanian lokal dan ruang interaksi publik. Dengan tarif yang kompetitif sekitar 20.000 Yen per malam, proyek ini menjadi standar baru dalam wisata warisan budaya (heritage tourism) yang berkelanjutan di Negeri Sakura.
