Mengapa Jerman Harus 'Siap Perang' Transformasi Bundeswehr di Bawah Jenderal Breuer
Jenderal Carsten Breuer, perwira militer tertinggi Jerman, kini menjadi wajah baru dari kebijakan pertahanan yang jauh lebih asertif. Sejak menjabat, ia konsisten memperingatkan bahwa Jerman tidak lagi berada dalam kondisi damai sepenuhnya, melainkan dalam zona abu-abu akibat serangan hibrida dari Rusia. Breuer menekankan pentingnya transparansi dengan publik untuk membangun kesadaran bahwa keselamatan nasional memerlukan tanggung jawab kolektif, bukan sekadar harapan pada pihak eksternal.
Salah satu fokus utama Breuer adalah mempersiapkan Bundeswehr militer Jerman untuk memiliki kemampuan siap perang (war-ready) pada tahun 2029. Istilah ini, meski kontroversial di mata publik Jerman yang cenderung pasifis, dianggap perlu untuk menciptakan daya getar atau deterrence. Targetnya adalah membuat biaya agresi bagi Rusia menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan keuntungan yang mungkin mereka dapatkan, sehingga mencegah konflik terbuka sebelum terjadi.
Ketergantungan Jerman pada Amerika Serikat juga sedang berada di titik krusial seiring ketidakpastian politik di Washington. Breuer secara aktif memperkuat hubungan dengan negara-negara NATO lainnya, seperti menempatkan brigade permanen di Lituania sebagai garis depan pertahanan Timur. Baginya, diplomasi hanya akan efektif jika didukung oleh kekuatan militer yang nyata; tanpa kekuatan, suara Jerman di panggung dunia tidak akan didengar oleh para agresor.
