Dominasi Serie A Berlanjut, Mampukah Inter Milan Taklukkan Defisit Gol di Eropa?
Kemenangan meyakinkan Inter Milan atas Lecce di Stadio Via del Mare bukan sekadar tambahan tiga poin dalam perburuan Scudetto. Hasil ini menjadi fondasi psikologis yang krusial bagi skuat asuhan Cristian Chivu sebelum mereka menghadapi malam penentuan di panggung Eropa.
Inter Milan berhasil menunjukkan kedalaman skuat yang luar biasa dengan merotasi sejumlah pemain pilar namun tetap tampil dominan. Gol dari Henrikh Mkhitaryan dan Manuel Akanji memastikan Nerazzurri memperlebar jarak menjadi 10 poin dari AC Milan, sekaligus mengirim pesan kuat bahwa fokus mereka kini sepenuhnya beralih ke kompetisi kontinental.
Ujian sesungguhnya kini menanti di Giuseppe Meazza tengah pekan mendatang saat menjamu Bodo/Glimt. Defisit dua gol dari leg pertama menjadi tantangan besar, terutama dengan absennya sang kapten, Lautaro Martinez, yang masih dibekap cedera pasca laga di Norwegia.
Cristian Chivu menyadari bahwa membalikkan keadaan di fase knockout Liga Champions membutuhkan lebih dari sekadar taktik, melainkan mentalitas pemenang. Pelatih asal Rumania tersebut menekankan bahwa tidak ada kemenangan yang datang cuma-cuma, dan dukungan publik Milan akan menjadi pemain ke-12 yang sangat menentukan.
Manajemen beban kerja pemain yang dilakukan Chivu saat melawan Lecce terbukti efektif untuk menjaga kebugaran tim inti. Strategi ini diharapkan mampu memicu intensitas tinggi sejak menit awal pertandingan leg kedua guna mengejar ketertinggalan agregat 1-3.
Optimisme tetap membumbung tinggi di kemah Inter mengingat rekam jejak mereka yang impresif dalam memaksimalkan situasi bola mati musim ini. Keunggulan fisik dan organisasi permainan yang matang akan menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan rapat tim tamu asal Norwegia tersebut.
