Sentimen Negatif Selimuti Pasar, Indeks Asia-Pasifik Tumbang

Table of Contents

Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik serempak mengalami penurunan pada hari Selasa. Tren negatif ini mengikuti pelemahan yang sebelumnya terjadi di Wall Street (pasar saham AS), yang dipicu oleh anjloknya saham-saham di sektor teknologi. Investor di kawasan ini bereaksi terhadap sentimen yang berkembang di AS terkait kekhawatiran pada valuasi saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Sentimen Negatif Selimuti Pasar, Indeks Asia-Pasifik Tumbang

Hampir semua bursa utama di Asia ditutup di zona merah. Indeks Nikkei 225 Jepang memimpin penurunan dengan merosot 0,92%, sementara indeks Topix turun 0,6%. Di Korea Selatan, indeks Kospi kehilangan 0,64% dan indeks saham perusahaan kecil (small-cap) Kosdaq turun 0,58%. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga melemah 0,86%, dan S&P/ASX 200 Australia jatuh 0,76%. Sementara itu, pasar Tiongkok daratan relatif stabil dengan indeks CSI 300 yang tercatat datar (tidak banyak berubah).

Pelemahan di Asia ini merupakan buntut dari perdagangan di AS pada malam sebelumnya, di mana bursa saham ditarik mundur. Sektor teknologi kembali menjadi pemberat utama pasar. Para investor di Wall Street juga tampak mengambil sikap hati-hati menjelang rilis data penting minggu ini, terutama laporan pendapatan (earnings) dari perusahaan chip Nvidia dan rilis laporan ketenagakerjaan bulan September (September jobs report).

Indeks-indeks utama AS mencatat kerugian yang signifikan. Dow Jones Industrial Average anjlok 557,24 poin atau 1,18%, dan ditutup pada level 46.590,24. Indeks S&P 500 yang lebih luas turun 0,92% menjadi 6.672,41. Sementara itu, indeks teknologi Nasdaq Composite mengalami kejatuhan sebesar 0,84% dan mengakhiri perdagangan di level 22.708,07.

Penurunan indeks Dow Jones didorong oleh kerugian pada saham-saham unggulan (blue-chip), terutama dari perusahaan "kesayangan" di sektor chip AI, Nvidia. Saham Nvidia sendiri turun hampir 2% menjelang rilis laporan pendapatan kuartal ketiga mereka yang dijadwalkan pada hari Rabu setelah pasar ditutup. Selain Nvidia, saham raksasa teknologi lainnya seperti Salesforce dan Apple juga berkontribusi pada pelemahan pasar.

Kekhawatiran spesifik terkait sektor AI menjadi inti dari sentimen negatif ini. Nvidia dan saham-saham lain yang terkait dengan perdagangan AI belakangan ini berada di bawah tekanan karena investor mulai cemas bahwa harga saham mereka sudah terlalu mahal (stretched valuations). Selain itu, saham Blue Owl Capital, sebuah perusahaan pemberi pinjaman swasta, anjlok hampir 6% karena kekhawatiran atas pinjaman besar yang mereka salurkan untuk pembangunan pusat data (data center) AI.

Sentimen Negatif Selimuti Pasar, Indeks Asia-Pasifik Tumbang

Secara keseluruhan, tabel ini mengonfirmasi adanya sentimen negatif dan aksi jual yang signifikan di seluruh kawasan Asia-Pasifik. Pasar Jepang jelas memimpin pelemahan ini, dengan NIKKEI 225 (NKY:IND) anjlok 2,05% (kehilangan 1.035,86 poin), yang merupakan penurunan persentase terbesar dalam daftar. Indeks TOPIX (TPX:IND) yang lebih luas di Tokyo juga turun tajam sebesar 1,55%. Pasar besar lainnya, S&P/ASX 200 (AS51:IND) di Australia, juga mengalami tekanan jual yang kuat dengan penurunan 1,39%. Sementara itu, Hang Seng (HSI:IND) Hong Kong turun 0,91%.

Pola menarik terlihat pada pasar Tiongkok daratan, yang diwakili oleh CSI 300 INDEX (SHSZ300:IND). Mirip dengan data sebelumnya, pasar ini menunjukkan ketahanan yang jauh lebih baik, dengan penurunan yang sangat kecil, hanya 0,15%. Indeks MSCI AC ASIA PACIFIC (MXAP:IND), yang merupakan tolok ukur regional yang luas, turun 0,21%, mencerminkan pelemahan kolektif di kawasan tersebut.