Pakar Gizi Sebut Pimpinan DPR 'Ngaco': "Dia Tidak Paham Profesi Ahli Gizi"
Dokter dan pakar gizi masyarakat, dr. Tan Shot Yen, mengkritik keras pernyataan Wakil Ketua DPR Cucun Syamsurijal yang menyebut ahli gizi tidak terlalu penting untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Tan, pernyataan tersebut "ngaco" dan menunjukkan ketidakpahaman yang mendasar terhadap profesi serta peran strategis ahli gizi dalam memastikan kualitas dan mutu makanan dalam program berskala besar.
Tan menegaskan bahwa anggapan siapa pun, termasuk lulusan SMA, bisa mengelola aspek gizi hanya melalui pelatihan singkat adalah pandangan yang keliru sekaligus berbahaya, mengingat program ini menyangkut kesehatan jutaan anak. Ia menekankan bahwa ahli gizi adalah tenaga fungsional yang memiliki keahlian spesifik. Kompetensi mereka bukan sekadar soal memasak atau menyusun menu, melainkan melibatkan ilmu mendalam mengenai kebutuhan zat gizi, keamanan pangan, dan pengawasan mutu yang tidak bisa digantikan.
Lebih lanjut, ia mengibaratkan situasi ini seperti mengganti seorang pilot pesawat dengan petugas darat yang hanya mengikuti simulasi singkat. Tan juga menyoroti kesalahpahaman umum antara jabatan struktural (seperti kepala puskesmas atau menteri) dan jabatan fungsional (seperti dokter atau ahli gizi). Meskipun seseorang bisa memimpin secara struktural, mereka tidak bisa mengambil alih tugas fungsional medis atau gizi. Ia menegaskan, ahli gizi tidak bisa diganti jika tujuannya adalah makanan yang "benar-benar bergizi".
Tan menyimpulkan bahwa MBG adalah program yang besar dan sensitif, sehingga keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas perencanaan gizi. Menghilangkan peran ahli gizi dari proses penyusunan menu dan pengawasan kualitas justru akan menurunkan standar gizi program itu sendiri. Ia berharap para pembuat kebijakan memahami fungsi setiap profesi kesehatan sebelum memberi pernyataan publik, dan agar diskusi terkait MBG kembali ke landasan ilmiah.
