Krisis Listrik Hambat Operasi Data Center AI di Amerika Serikat

Table of Contents

Di Santa Clara, California, yang merupakan basis Nvidia, dua proyek data center besar menghadapi masalah serius. Proyek milik Digital Realty Trust Inc. dan Stack Infrastructure ini telah menyelesaikan konstruksi bangunannya, namun keduanya berdiri dalam keadaan kosong. Fasilitas-fasilitas ini belum dapat beroperasi penuh karena masalah utama. Mereka masih menunggu pasokan listrik untuk dialirkan.

Krisis Listrik Hambat Operasi Data Center AI di Amerika Serikat

Penyedia listrik lokal di area tersebut adalah utilitas milik kota, Silicon Valley Power. Saat ini, mereka sedang berjuang untuk meningkatkan kapasitas jaringannya. Peningkatan ini diperlukan untuk memenuhi permintaan listrik yang sangat besar dan melonjak tajam, yang sebagian besar didorong oleh kebutuhan data center baru di wilayah tersebut.

Situasi di Santa Clara ini menyoroti tantangan besar yang kini dihadapi oleh seluruh sektor teknologi di Amerika Serikat. Permintaan akan data center meroket, didorong oleh pesatnya pertumbuhan cloud computing dan Artificial Intelligence (AI). Namun, kendala terbesarnya sekarang telah bergeser menjadi aksesibilitas ke pasokan listrik yang memadai.

Masalah kelangkaan listrik ini berakar pada infrastruktur kelistrikan yang sudah tua dan lambatnya pembangunan jalur transmisi baru. Proses ini semakin diperumit oleh berbagai hambatan regulasi dan perizinan. Para pemimpin industri, seperti Jensen Huang dari Nvidia dan Sam Altman dari OpenAI, memprediksi bahwa Amerika Serikat akan memerlukan investasi triliunan dolar untuk membangun AI infrastructure baru di masa depan.

Tekanan pada sistem kelistrikan diperkirakan akan terus meningkat drastis. Kebutuhan listrik dari komputasi AI saja diproyeksikan akan berlipat ganda di AS pada tahun 2035. Meskipun data center skala masif sedang dibangun di negara bagian lain dengan biaya listrik lebih rendah, fasilitas yang lebih kecil di Santa Clara tetap penting. Proyek ini melayani klien lokal yang membutuhkan latency sangat rendah, seperti high-frequency traders atau operator kendaraan otonom, yang tidak dapat dipindahkan jauh dari pusat populasi.

Kelangkaan daya ini bukan hanya masalah California. Di "Data Center Alley", Virginia, utilitas Dominion Energy Inc. melaporkan waktu tunggu koneksi untuk data center besar bisa memakan waktu hingga tujuh tahun. Di Santa Clara, system upgrade senilai $450 juta oleh Silicon Valley Power baru akan selesai pada tahun 2028. Akibatnya, pengembang mengubah strategi. Mereka membangun "cangkang" bangunan bertahun-tahun lebih awal agar siap diaktifkan begitu listrik tersedia. Permintaan begitu tinggi sehingga sebagian besar data center yang masih dalam konstruksi sudah disewa. Investor seperti Blue Owl Capital kini menekankan bahwa kunci sukses adalah mengamankan pasokan listrik jauh sebelum konstruksi dimulai.