Emirates Umumkan Pesanan $38 Miliar di Dubai Airshow
Emirates pada hari Senin mengumumkan telah memesan 65 pesawat Boeing 777-9 tambahan, dengan nilai $38 miliar berdasarkan Daftar Harga. Pemesanan ini diumumkan pada hari pembukaan Dubai Airshow 2025.
Emirates merupakan pelanggan terbesar Boeing dalam hal pesawat berbadan lebar (wide-body jets). Pengumuman hari ini menjadikan total buku pesanan maskapai tersebut dengan Boeing menjadi 315 pesawat berbadan lebar.
Komitmen Jangka Panjang untuk Manufaktur AS
Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Emirates mengatakan langkah ini menandai "komitmen jangka panjang yang masif terhadap manufaktur kedirgantaraan AS, menghasilkan dukungan untuk ratusan ribu pekerjaan manufaktur bernilai tinggi di AS selama masa program."
Langkah ini diharapkan akan disambut baik oleh Administrasi Trump, yang mendorong perusahaan-perusahaan di luar negeri untuk berinvestasi di AS. Pesawat Boeing sering kali ditampilkan dalam kesepakatan dagang yang dicapai oleh administrasi tersebut. Korea Selatan, Jepang, Inggris, Malaysia, dan Indonesia semuanya telah melakukan pemesanan besar untuk pesawat Boeing sebagai bagian dari negosiasi perdagangan.
Kemitraan dengan GE Aerospace dan Pernyataan Pemimpin
Pesawat Boeing 777-9 ditenagai oleh mesin GE 9X. Menurut pernyataan perusahaan, ini membawa total buku pesanan Emirates kepada GE Aerospace untuk mesin GE9X menjadi total 540 unit.
"Sudah menjadi pelanggan terbesar di dunia untuk mesin GE90 dan GP7200, pesanan GE9X tambahan ini mencerminkan kepercayaan Emirates pada teknologi dan tim kami," kata Russell Stokes, presiden dan CEO mesin dan layanan komersial untuk GE Aerospace kepada CNBC.
Stokes menambahkan, "Kami siap mendukung Emirates dalam segala hal untuk memanfaatkan efisiensi dan daya tahan solusi serta layanan kami yang terdepan di industri."
Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, Pimpinan dan CEO Emirates Airline and Group, mengatakan pesanan tersebut menunjukkan "komitmen jangka panjang dan bukti kemitraan kami dengan Boeing dan GE, serta dengan kedirgantaraan AS."
Tantangan Penundaan Program Boeing 777X
Di sisi lain, Emirates sedang bergelut dengan penundaan berkepanjangan dalam program 777X Boeing, yang merupakan landasan (cornerstone) dari strategi pembaruan armadanya. Pesanan maskapai tersebut dapat menghadapi jadwal pengiriman yang molor hingga tahun 2027 karena Boeing terus berjuang dengan rintangan sertifikasi dan kemunduran produksi.
Emirates telah menghabiskan miliaran dolar untuk memodifikasi (retrofitting) pesawat-pesawat tua guna menjembatani kesenjangan tersebut. Pimpinan Maskapai tersebut secara terbuka menekan Boeing untuk bertanggung jawab, dengan mengatakan kepada Dan Murphy dari CNBC dalam sebuah wawancara tahun lalu, bahwa produsen pesawat itu perlu "bertindak bersama" (get its "act together"). Penundaan ini menggarisbawahi meningkatnya tekanan pada CEO baru Boeing, Kelly Ortberg, untuk menstabilkan hasil produksi dan memulihkan kepercayaan di tengah krisis pasokan di seluruh industri.
